Israel ‘Kebakaran Jenggot’ Atas Film Kartun TV Mesir

alaqsha_terror-sSebuah laporan dari pusat informasi intelijen Israel, yang dipublikasikan oleh media-media Israel kemarin, Selasa (23/12), menuduh TV Mesir dengan ‘menyebarkan anti kepada Israel’ kepada anak-anak Mesir melalui film kartun. Laporan itu mengingatkan bahwa penjajahan yang tetap dilakukan Israel atas tanah-tanah Arab, terutama kota suci Al-Quds (terjajah), itu adalah sebab utama permusuhan warga Arab kepada negara Israel.

Laporan intelijen itu mengisyaratkan bahwa baru-baru ini, TV Mesir menayangkan sebuah film kartun untuk anak-anak yang mengisahkan tentang pengusiran kejam terhadap warga Palestina dari rumah-rumah mereka pada tahun 1948, dengan dibantu oleh serdadu Israel yang selalu memakai simbil bintang david.

“Film ini membawa misi kebencian dan mendorong untuk balas dendam demi kembalinya para pengungsi Palestina ke rumahnya masing-masing yang telah mereka tinggalkan,” demikian bunyi laporan intelijen Israel tersebut seperti yang dilansir situs islamonline.net kemarin, Selasa (23/12).

Laporan itu menyajikan film yangh bercerita tentang seorang anak Palestina, salah seorang putera pengungsi yang mengungsi ke Mesir. Salah satu adegannya, lanjut laporan tadi, seorang ibu guru Palestina berdiri di depan sang anak yang kemudian memperlihatkan kepada sang anak kunci rumah kakeknya yang hidup di dalam garis hijau (wilayah Israel, red). Padahal kunci itu adalah simbol Palestina untuk mengungkapkan tentang kembalinya pengungsi Palestina ke rumahnya masing-masing. Sedangkan sang anak berdiri di depan ibu gurunya untuk menceritakan bagaimana orang-orang Israel merobohkan rumahnya.

Film tersebut menampilkan perobohan rumah itu secara detail. Lalu menampilkan adegan seorang bocah Palestina yang mengumumkan akan menghentikan aksi perobohan terhadap rumah-rumah yang ada di Palestina. “Tunggu sampai usia kita sudah besar dan kita akan bisa melakukan hal itu,” kata temannya memberikan saran kepada sang bocah. Di akhir film, sang ibu guru menampilkan sebuah foto lain tentang rumah yang indah, “Ini adalah rumah yang mereka tunggu di Palestina kalau sudah kembali ke sana,” demikian sang guru memberikan harapan bagi anak didiknya.

Serangan Kepada Sistem Pendidikan Mesir

Laporan intelijen Israel itu juga mengklaim bahwa fenomena penanaman kebencian pada otak orang Mesir itu dimulai sejak dini. Dimana anak-anak mereka mewarisi kebencian kepada Israel, orang-orang Yahudi dan bangsanya. Fenomena tersebut dinilai laporan intelijen Israel sebagai bukan hal baru di Mesir, namun volumenya meningkat pada akhir-akhir ini.

Masih tambah laporan tadi, bahwa media Mesir, melalui berbagai pengalaman menunjukkan dukungan pada sisi ini. Ditambah lagi pada sistem pendidikan, semakin hari semakin bertambah, soal pendidikan anak yang memusuhi Israel dan AS. (AM Rais/COMES)

Si Unyil Baru Akan Bersaing Dengan Tokoh Kartun Luar

Eddy Noor, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Produksi Film Negara (PFN) adalah orang yang begitu semangat memproduksi dan menayangkan kembali film boneka Si Unyil. Baginya, Unyil yang pernah jaya pada kurun 1981-1993 merupakan simbol anak Indonesia yang sebenarnya, baik dulu maupun sekarang. “Unyil tidak boleh jadi kenangan manis bagi generasi yang dulu menjadi penontonnya, tetapi dia harus tetap hadir sebagai maskot anak Indonesia, bukan Shin-chan, Sponge Bob atau Dora,” kata ayah dua putra itu. Keinginan pria lulusan Universitas Pitsburg, Pensilvania, itu tidak lepas dari keprihatinan terhadap ragam tayangan televisi yang hadir untuk anak-anak sekarang. Menurut dia, sejumlah tayangan tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak karena kurang mendidik dan justru mengenalkan semangat benci, permusuhan, dan dendam. “Itu sangat tidak mendukung pertumbuhan mental anak bahkan mendorong mereka menjadi generasi yang tidak berbudi,” kata pria asal Deli, Sumatra Barat itu. Dia mencontohkan film kartun Jepang Shin-Chan yang disegmentasikan untuk anak di Indonesia. Padahal di negerinya sendiri Shin-chan untuk konsumsi dewasa dan ditayangkan pada malam hari ketika anak-anak telah tidur. “Tayangan itu juga kerap menampilkan adegan-adegan seronok yang tidak pantas dicontoh anak kecil, seperti menggoda perempuan dan memperlihatkan alat kelamin. Oleh karena itu saya ingin membangkitkan kembali Si Unyil untuk membendung tayangan-tayangan tersebut,” katanya. Dia mengatakan, kehadiran Si Unyil yang tentunya telah dimodifikasi dengan sentuhan teknologi dan disesuaikan kondisi masa kini akan terwujud pada 2007.

KARTUN BARU SOAL NABI MUHAMMAD DI KORAN MALAYSIA

Jakarta (GP-Ansor): Belum lagi reda soal kartun Nabi Muhammad, sebuah kartun baru telah menuai kemarahan partai oposisi Malaysia dan organisasi non-pemerintah. Gara-garanya, koran New Straits Times memuat kartun yang dianggap mengejek kemarahan umat muslim atas kartun Nabi Muhammad.

Harian Malaysia tersebut pada Senin (20/2/2006) lalu mempublikasikan kartun karya Willie Miller, yang menggambarkan seorang kartunis pinggir jalan sedang duduk di dekat plang bertuliskan “Caricatures of Mohammed while you wait”.

Sebaris kalimat dibubuhi pada kartun itu. Bunyinya: “Kevin akhirnya mencapai tujuannya untuk menjadi orang yang paling ditakuti di dunia…”

“Kartun ini secara langsung menghina nabi kami,” cetus Salahuddin Ayub, kepala sayap pemuda Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), sebuah partai oposisi Malaysia.

“Kami telah mengajukan laporan ke polisi soal ini,” imbuhnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (22/2/2006).

Surat kabar New Straits Times telah menuliskan pembelaan atas pemuatan kartun tersebut pada edisi Rabu 22 Februari ini. Ditegaskan, pihaknya tidak memuat karikatur Nabi Muhammad yang telah menimbulkan aksi protes berdarah di sejumlah negara Islam.

Namun Salahuddin tidak puas dengan penjelasan New Straits Times. “Saya tidak puas. Itu (kartun) masih menyampaikan pesan yang sama (menghina nabi),” ujarnya.

“Koran itu harus minta maaf secara terbuka kepada umat muslim Malaysia. Jika mereka tidak melakukannya dalam waktu 24 jam, kami akan mengorganisir demonstrasi damai pada Jumat nanti di kantor pusatnya,” tegas Salahuddin.
Kantor berita Malaysia, Bernama memberitakan, tiga organisasi non-pemerintah juga telah mengadukan komplain ke polisi terhadap New Straits Times.

Belum lama ini pemerintah Malaysia telah menghentikan untuk sementara izin terbit dua koran lokal karena memuat ulang kartun Nabi Muhammad. Kartun kontroversial itu pertama kali dimuat oleh koran Denmark, Jyllands-Posten pada September 2005. (Detikcom/hr)

WhAt’s uP BRoE’???

den-priamSLaMAt DtANg DiE kRaJaAn DhEN pERiAm. . .kLo U pNgen s’sUaTu U TiNg9AL NgOmNg K’gWe Ja. . .NaMa gWe>aMy pRiAm BuDi. . .HoZe gWe DiE dAeRaH LrAnGaN/CaVLiEnD Jak,sEL. . .CiTa2 9We mO jDiE oRaNG yG sUkSeS DiE dUnIa Dan DiE aKHeRat. . .gW aNk k3 DrIe 3 beRsOdArA BiSa dIe BlAng gWe NAkBoNtOt.  . ……gWe SkuL DiE SeKoLaHaN iSlAm>SMK MUHAMMADIYAH 9 JAK,SEL DiE seSxOaL CiTy. . . .gW LaHiR DiE TaNgrAng CiTY.   . . . .

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.